Load Balancing
Pengertian
Load Balance adalah suatu metode untuk membagi beban suatu server menjadi dua atau lebih secara seimbang agar server tidak mengalami kelebihan beban saat menerima request dari user atau client. Metode ini digunakan untuk mengoptimalkan sebuah server agar server tidak mengalami overload.
Metode load balancing ini tidak menambah bandwidth dari sebuah server tetapi hanya membagi beban server tersebut. Load Balance ini biasa digunakan pada server yang memiliki jumlah user atau client yang melebihi kapasitas maksimum dari jumlah request yang dapat ditangani oleh server tersebut.
Fungsi Load Balance
1. Mengurangi Beban ServerRequest data dari client tentu akan membuat server mengalami overload, bila terjadi overload server tersebut akan down dan tidak dapat diakses oleh client. Maka dari itu load balancing membagi beban request data dari client agar server berjalan lebih maksimal dalam menangani request data client.
Bila melakukan load balancing pada web server maka website dari web server tersebut akan lebih cepat diakses dikarenakan beban dari client ditangani oleh dua atau lebih web server yang menyebabkan akses tersebut dapat ditangani tanpa memperlambat kinerja dari server.
3. Redudancy
Jika terdapat 3 web server dan salah satunya mengalami kerusakan (down) maka 2 web server lain akan tetap menjaga website selalu berjalan dan dapat di akses oleh client, client tidak akan menyadari downtime apapun dari website tersebut.
Jenis Jenis Load Balance
1. Application Load Balancer
Metode yang digunakan pada layer application (HTTP/HTTPS), biasanya digunakan untuk menentukan rute paket kepada webserver yang akan digunakan untuk melakuken request-response. Dalam studi kasusnya, webserver memiliki beberapa mesin (tidak hanya satu) dan proses pemberian rute diatur oleh load balancer. Alat yang digunakan dalam jenis load balancer ini biasanya logic backend dari sebuah website untuk mengelolah data secara paralel.
2. Network Load Balancer
Metode yang digunakan pada layer network (SSL/TLS), biasanya digunakan untuk menentukan rute paket sebelum client melakukan request kepada server, jadi network load balancer bertindak untuk mengarahkan paket kepada tujuan kelompok server yang bebannya average (tidak keberatan). Misalnya anda mengakses sebuah situs, situs tersebut memerlukan port 80 untuk http, sebelum melakukan request, load balancer memberikan instruksi kepada kelompok server/container agar memforward portnya ke 80. Alat yang digunakan pada layer ini biasanya router atau switch manageable.
3. Classic Load Balancer
Classic Load Balancer membuat keputusan perutean baik di lapisan transport (TCP / SSL) atau lapisan aplikasi (HTTP / HTTPS). Load Balancer Klasik saat ini memerlukan hubungan tetap antara port load balancer dan port instance container. Misalnya, dimungkinkan untuk memetakan port penyeimbang beban 80 ke port instance container 3030 dan port penyeimbang beban 4040 ke port instance container 4040. Namun, tidak mungkin memetakan port penyeimbang beban 80 ke port 3030 secara satu instance container dan port 4040 di instance container lain. Pemetaan statis ini mengharuskan cluster Anda memiliki setidaknya sebanyak jumlah instance container yang diinginkan dari satu layanan yang menggunakan Classic Load Balancer.
Cara Kerja Load Balance
Teknik Load Balance Mikrotik
- Load Balance menggunakan Metode PCC
- Load Balance Metode ECMP
- Load Balance metode NTH
- Load balancing quee tree
- Mangle Untuk Load Balance dan Queue Tree



Komentar
Posting Komentar